Jumat, 06 Maret 2009

Metode Statistik/smak


STATISTIKA

Pengertian Statistika
Statistika merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara mengumpulkan, menabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, dan mencari keterangan yang berarti dari data yang berupa bilangan-bilangan atau angka, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan atau keputusan tertentu.

Metode Statistik
Pemecahan masalah secara statistik akan lebih baik apabila dilakukan dengan mengikuti suatu pendekatan yang teratur. Dalam hal ini ada beberapa langkah yang dapat diikuti untuk mendapatkan jawaban rasional terhadap masalah-masalah statistik langkah-langkah pemecahan tersebut dibahas sebagai berikut :
1.        Identifikasi Masalah
Peneliti harus memahami dengan jelas dan mampu mengidentifikasikan dengan benar apa sebenarnya yang ingin dipenuhi dalam kajian yang dilakukan.
2.        Pengumpulan Fakta-Fakta Yang
Ada Data yang dikumpulkan harus akurat, singkat, namun selengkap mungkin serta relevan terhadap masalah yang dihadapi. Sumber data yang tersedia dapat digolongkan menjadi data internal dan eksternal.
3.        Pengumpulan Data Baru
Dalam banyak kasus, data yang dibutuhkan oleh para pengambil keputusan tidak tersedia dimanapun sehingga tidak ada cara lain selain mengumpulkan data baru. Terdapat keuntungan-keuntngan mengumpulkan data baru, salah satunya kita bisa mendefenisikan variabel-variabel masalah sehingga fakta-fakta yang didapat mempunyai sifat-sifat yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah tersebut.
4.        Pengklasifikasian dan Peringkasan Data
Setelah data terkumpul, selanjutnya adalah mengklasifikasikan data yang karakteristiknya sejenis dan mengaturnya dalam suatu kelompok atau kelas. Setelah data diatur dalam kelompok, atau  kelas kemudian dimungkinkan untuk mengurangi hal-hal yang terlalu detil ke dalam bentuk yang lebih mudah digunakan yang disebut sebagai peringkasan.
5.        Pengujian dan Analisis Data
 Informasi yang teringkas dalam be orang ntuk tabel, diagram dan ukuran kuantitatif utama akan memudahkan pemahaman masalah. Informasi seperti itu juga membantu dalam mengidentifikasikan hubungan-hubungan sehingga seorang analis dapat menunjukkan hal-hal yang penting kepada orang lain.
6.        Pengambilan Keputusan Akhirnya, analis yang bersangkutan mempertimbangkan pilihan yang ada dengan berpedoman pada tujuan yang hendak dicapai sesuai dengan perencanaan atau keputusan yang mewakili pemecahan  yang terbaik dari masalah yang dihadapi. Kebenaran dari pilihan tersebut tergantung pada kemampuan analisis yang baik serta kualitas informasi yang tinggi.